Indonesia pamer aksi transformasi digital di WSIS Forum 2017

JAKARTA (IndoTelko) – Indonesia mempresentasikan aksi transformasi digital yang tengah dilakukan di ajang World Summit on the Information Society Forum 2017 (WSIS Forum 2017) yang digelar pada tanggal 12-16 Juni 2017 di Jenewa.
Ajang ini diselenggarakan bersama oleh International Telecommunication Union (ITU), United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), United Nations Development Programme (UNDP) and United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Forum WSIS berupaya memperkuat keselarasan antara Garis Aksi WSIS dan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan. Forum ini juga berfungsi sebagai platform utama untuk membahas peran TIK sebagai sarana pelaksanaan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, dengan memperhatikan mekanisme global untuk tindak lanjut dan tinjauan terhadap pelaksanaan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Pada pertemuan World Summit on the Information Society Forum 2017 (WSIS Forum 2017) Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan yang hadir mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika menyampaikan update tentang proses transformasi digital Indonesia menuju visi ekonomi digital Indonesia 2020 pada sesi “ICT Application, Digital Economy and Trade” World Summit Information Society (WSIS) 2017 di Jenewa, Swiss, Rabu (14/6).

Dikutip dari laman Kominfo, beberapa poin yang disampaikan Semuel antara lain peningkatan jumlah pengguna internet Indonesia; Program Kementerian Kominfo seperti Proyek Palapa Ring, Gerakan Nasional 1000 Startup, UMKM Go Online, Nelayan dan Petani Go Online yang bertujuan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Selain itu disampaikan pula beberapa kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia antara lain Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 14 tentang e-commerce, Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Data Pribadi dalam SE, dan Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Keuangan Indonesia.

Indonesia sendiri saat ini berfokus pada pembangunan infrastruktur dengan membangun beberapa proyek pembangunan akses internet di daerah 3T melalui Proyek Palapa Ring. Selain itu persoalan cyber security juga menjadi perhatian pemerintah, disamping juga upaya pemberdayaan Program UMKM.

Hasil dari forum WSIS ini tercatat dan menjadi dokumen resmi oleh WSIS dan disampaikan kepada ITU untuk dijadikan rujukan dalam penyusunan ICT Index oleh ITU di tahun berikutnya.

Pada kesempatan yang sama empat insiatif TIK Indonesia berhasil meraih penghargaan World Summit on the Information Society (WSIS) Prize 2017 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss.

WSIS Prize memberikan penghargaan bagi inisiatif TIK dalam mendukung akselerasi pembangunan dan kemajuan sosial-ekonomi, khususnya perwujudan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG’s).

Inisiatif Internet Sehat dari civil society Indonesia, ICT Watch Indonesia, ditetapkan menjadi pemenang utama (winner) WSIS Prize pada kategori Ethical Dimensions of the Information Society. Selain itu, terdapat tiga inisiatif Indonesia yang menjadi runner-up (champion), yaitu Backpack Radio Station yang digagas oleh Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) pada kategori e-Environment dan dua inisiatif lain yang pada kategori e-Agriculture yaitu LISA – Layanan Informasi Desa (LISA) yang digagas 8Villages Indonesia dan iGrow My Own Food dari iGrow Resource Indonesia.(wn)

Sumber gambar fitur: Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo)

Sumber: http://www.indotelko.com/kanal?c=in&it=indonesia-transformasi-digital-wsis