Jatiluwih yang Didatangi Obama Punya Predikat Situs Warisan Dunia

Tabanan – Obama dan keluarga sempat datang ke Desa Jatiluwih, Bali pada Minggu (25/6) kemarin. Ternyata, sistem pengairan subak di sana sudah diakui oleh lembaga budaya UNESCO sebagai salah satu warisan dunia.

detikcom pun berbincang langsung dengan tokoh adat Subak sekaligus penasihat dari Kelompok Ekowisata Suranadi, I Gede Suweden, di rumahnya di Desa Jatiluwih, Tabanan, Minggu sore (25/6/2017).

Diungkapkan oleh pria yang akrab disapa Suweden ini, proses pengakuan sistem perairan Subak oleh UNESCO telah lebih dulu memakan waktu yang cukup panjang dalam prosesnya. Akhirnya, kepastian itu datang pada tahun 2012.

“Perjalanannya itu panjang, bapak dari masih 2003 itu Jatiluwih udah didengung-dengungkan sebagai situs warisan dunia. Mungkin ada kendala di sana sini,” ujar Suweden.

Namun pada Juni 2012, akhirnya Subak Jatiluwih resmi ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Tentu pengakuan itu jadi prestasi yang membanggakan.

“Akhirnya pas tanggal 25 juni 2012 kemarin, datanglah seorang ketua perwakilan dari UNESCO bidang asia pasifik, namanya Masaori Nagaoka, menanyakan apa itu Subak dan seterusnya sampai sistem pembagian airnya, pola tanam dan seterusnya, beliau udah mondar-mandir Jatiluwih satu tahun gak dapat informasi. Saya sampaiin semuanya biar puas, dengan kepuasan itu tanggal 29-nya pada bulan yang sama udah ketok palu di Rusia menjadi situs warisan dunia,” cerita Suweden.

Tentu ada alasan lebih, mengapa sistem perairan Subak di Jatiluwih yang dikukuhkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Mengingat ada sejumlah daerah lain di Bali yang juga memakai sistem perairan Subak.

“Nah yang uniknya kenapa di Jatiluwih saja? Satu, di Jatiluwih arealnya ada 303 hektar sawah, kebunnya 597 hektar dan tempat pemukiman sesuai potensi desa ada 24 hektar selebihnya hutan lindung. Jadi sistem sesuai dengan sejarah, sesuai dengan pengertian apa itu Subak di sini masih utuh dilakukan,” jelas Suweden.

Lebih kompleks lagi, sistem pengairan Subak juga memiliki upacara adat hingga 15 tahapan. Secara organisasi, Subak juga memiliki sistem anggara hingga pihak yang melakukan implementasinya.

“Ada ceremony-nya, sistem pengairan yang 15 tahapan itu, kemudian punya awit-awit (anggaran dasar) dan perarem (implementasi),” ujar Suweden.

Seperti diketahui, UNESCO memiliki penilaian yang sangat ketat sebelum menjadikan suatu tempat sebagai situs warisan dunia. Mulai dari nilai sejarah, lingkungan hingga manfaat suatu tempat bagi ekosistem dan masyarakat yang tinggal di situ.

Satu yang pasti, sistem pengairan Subak Desa jatiluwih telah memenuhi semua persyaratan dari UNESCO. Hal itu pun menambah daftar kekayaan Indonesia yang diakui oleh dunia. Jadi tidak heran kalau Obama dan keluarga mampir ke Jatiluwih.

Sumber gambar fitur: http://www.mongabay.co.id

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3542191/jatiluwih-yang-didatangi-obama-punya-predikat-situs-warisan-dunia