UNESCO Libatkan Anak Muda di Situs Warisan Dunia Untuk Kreatif

MAGELANG, KOMPAS.com – Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mengajak anak-anak muda di sekitar Candi Borobudur dan situs warisan budaya dunia lainnya, untuk menempa diri menjadi generasi yang kreatif.

Sebab, kreativitas adalah hal penting untuk meningkatkan perekonomian mereka dan masyarakat sekitar warisan budaya dunia itu.

Ming Kuok Lim, Penasehat Komunikasi dan Informasi UNESCO kantor Jakarta menjelaskan, UNESCO sebagai lembaga yang berkonsentrasi pada pendidikan dan budaya juga mempunyai tugas untuk ikut berpartisipasi meningkatkan kapasitas anak muda di bidang industri kreatif.

Salah satu bentuknya adalah dengan melaksanakan ‘Program Pemberdayaan Anak Muda Kreatif Indonesia’ yang digelar di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran komunitas di sekitar Candi Borobudur agar kapasitas mereka meningkat dan mengupayakan anak muda untuk bekerja di industri kreatif, misalnya batik, tarian, makanan, dan lainnya,” kata Ming di Galeri Komunitas Desa Karanganyar, Senin (30/10/2017).

Ming berujar, dalam program ini, UNESCO berkolaborasi dengan Citi Indonesia (Citibank) yang sama-sama memiliki visi pemberdayaan anak muda kreatif di sekitar situs warisan budaya dunia.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di 10 destinasi wisata prioritas yang dicanangkan Presiden Jokowi, awal 2016 lalu.

Elvera N Makki, Country Head Of Corporate Affairs Citi Indonesia menambahkan, program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah anak muda di wilayah Borobudur memiliki pendapatan lebih baik, yang akan memampukan mereka berkontribusi terhadap ekonomi lokal.

Dengan kombinasi pelatihan keterampilan kerja dan persiapan kewirausahaan, anak-anak muda akan mendapatkan keterampilan berdaya saing dan juga akses terhadap literasi dan inklusi keuangan.

“Kami membuka kesempatan ekonomi yang lebih bagi anak muda, membantu meningkatkan kapabilitas mereka supaya lebih sejahtera lagi. Mengasah skill yang dibutuhkan, untuk bisa bersaing dan maju di daerahnya masing-masing,” ujar dia.

Elvera menyebut ada empat daerah yang disasar program ini yakni Kota Yogyakarta, Sleman, Klaten, dan Magelang. Program ini fokus pada komunitas anak muda yang bekerja di industri kreatif, produk budaya, dan warisan budaya tak benda.

Program ini diluncurkan sejak awal September 2017 dan melibatkan lebih dari 225 anak muda di Klaten, Sleman, dan Magelang. Pihaknya menfasilitasi pokok-pokok permasalahan pengembangan usaha yang beragam, mulai pemasaran hingga pengelolaan keuangan.

Yunus Arbi, Kepala Sub Direktorat Warisan Budaya Benda Dunia Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, mendukung program ini.

Dukungan tersebut sebagai bagian dari tujuan strategis 5C (credibility, concervation, capasity building, communication, and community) dari Konvensi Warisan Budaya Dunia, bagi anak muda yang berkecimpung dalam industri kreatif melalui kerja yang amat praktis.

“Para anak muda inilah pengambil keputusan hari esok untuk mengambil peran di dalam pelestarian warisan budaya dan merespon ancaman yang terus menghadang warisan budaya kita,” ungkapnya.

Penulis: Ika Fitriana (Kontributor Magelang)
Editor: Reni Susanti

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2017/10/30/18501981/unesco-libatkan-anak-muda-di-situs-warisan-dunia-untuk-kreatif