Festival Film ASEAN 2017: Cahaya dari Timur – Beta Maluku

Bekerja sama dengan Kedutaan Negara-Negara ASEAN di Prancis dan Delegasi Tetap Negara-Negara ASEAN di UNESCO, Museum Guimet (Musée national des arts asiatiques Guimet) akan kembali menggelar sebuah festival film yang akan menampilkan 10 film pilihan yang mewakili masing-masing negara. Tahun ini, Indonesia akan diwakili oleh sebuah film yang berjudul “Cahaya dari Timur – Beta Maluku” garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko dan diproduseri oleh Glenn Fredly yang akan ditayangkan pada tanggal 24 September 2017, pukul 1.30 PM (Durasi: 150 menit).

Sinopsis

Di awal tahun 2000, Sani Tawainela, mantan pemain Timnas U-15 di Piala Asia 1996, menyaksikan seorang anak ditembak dalam bentrokan bersenjata di Ambon. Sani, yang telah kembali ke kampung asalnya Tulehu, dekat kota Ambon, dan mencari nafkah sebagai supir sepeda motor, melihat meningkatnya keterlibatan anak-anak dalam konflik agama di Maluku.

Bersama Hari, mantan pemain sepak bola profesional, dia mulai membuat sekolah sepakbola untuk mengalihkan anak-anak setempat dari konflik di sekitar mereka. Pada tahun 2006, situasi di Malauku telah membaik, dan para pemain muda yang telah mereka latih telah berkembang menjadi pemain sepak bola muda berbakat. Tapi kemudian Sani dan Hari berdebat mengenai posisi masing-masing di sekolah tersebut.

Berdasarkan kisah nyata Tawainela Sani, mantan pemain sepak bola asal desa Tulehu, Ambon.

Informasi Tempat dan Tiket Festival

Tempat: Auditorium du MNAAG, 6 place d’Iéna 75116, Paris

Tiket yang berlaku untuk semua film dalam satu hari:

  • Full price: 5 €
  • Reduced rate: 4 €

Tiket yang berlaku untuk seluruh festival:

  • Full price: 10 €
  • Reduced rate: 7 €

Untuk informasi lebih mengenai film-film lain yang ditayangkan di festival, silahkan kunjungi tautan: https://www.facebook.com/events/1971869356390034/