Memperkenalkan Budaya Indonesia pada Delegasi UNESCO di Paris melalui Paduan Suara dan Angklung

Paris – Kelompok seni asal SD-SMP-SMA Nasional I Bekasi, Gita Swara Nassa (GSN), memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan delegasi perwakilan negara-negara yang tergabung dalam UNESCO melalui penampilan paduan suara dan angklung. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 15 September 2015, bertempat di kantor perwakilan delegasi UNESCO di 1 Rue Miollis 75015 Paris, dihadiri oleh sekitar 40 orang perwakilan delegasi UNESCO dari berbagai negara.

(Dok.: KWRI UNESCO)

Acara yang dilaksanakan pada saat jam makan siang, berlokasi di Aula Circle of Delegates UNESCO, dibuka oleh Duta Besar/Deputi Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Prof. T.A. Fauzi Soelaiman. Penampilan GSN ini merupakan acara pembuka sebelum para tamu disuguhi makan siang khas Indonesia yaitu Nasi Goreng dan Sate.

“Terdapat sekitar 10 orang duta besar/perwakilan tetapi dari negara-negara UNESCO yang menyaksikan pertunjukkan choir dan angklung tersebut, dimana sebagian dari mereka masih belum tahu apa itu angklung” ungkap Fauzi Soelaiman usai pertunjukkan.

Beliau juga mengatakan bahwa kesempatan tampil di depan delegasi perwakilan negara-negara UNESCO merupakan kesempatan yang langka, oleh karena itu Beliau mengharapkan agar anak-anak yang tergabung dalam kelompok seni GSN tetap terus berusaha keras untuk memberikan yang terbaik dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

“Siapa tahu nanti kedepannya, salah satu dari kalian akan ada yang menjadi duta besar RI untuk UNESCO” harap Fauzi Soelaiman kepada anak-anak Gita Swara Nassa usai pertunjukkan.

Pertunjukkan ini berlangsung selama kurang lebih 45 menit, dimana penampilan dibagi menjadi dua sesi yaitu: (1) paduan suara; dan (2) angklung. Dalam sesi paduan suara, GSN choir menyanyikan lagu-lagu seperti here, there, and everywhere dan medley lagu-lagu daerah Indoensia seperti Bugong Jumpa, Sik-Sik Sibuatu Manikam, dan Cublak-Cublak Suweng. Dalam sesi angklung mereka membawakan lagu-lagu daerah Indonesia, dimana salah satu lagu yang menarik perhatian penonton adalah lagu Mojang Priangan dan Rasa Sayange yang dibawakan secara apik. Pertunjukkan ditutup dengan lagu Kebyar-Kebyar.

Motivasi studi di luar negeri

Usai pertunjukkan dan makan siang, anak-anak GSN diberikan sesi mengenai studi di luar negeri oleh Yudistira Pratama Wachyar, yang merupakan alumni dari Institut Teknologi Bandung dan University of Twente (Belanda).

“Tetap semangat dalam belajar, belajar bahasa asing terutama Bahasa Inggris, dan tetap berprestasi mengharumkan nama Indonesia melalui musik dan angklung, itu adalah modal teman-teman untuk bisa meraih beasiswa ke luar negeri” ucap Yudistira memberikan semangat kepada anak-anak GSN.

Dengan melakukan misi budaya ke Eropa, anak-anak GSN semakin semangat untuk bisa belajar ke luar negeri. Penampilan GSN di Paris merupakan penampilan kedua, setelah sebelumnya mereka tampil pada acara Utrecht Indoensian Day 2015, 13 September 2015 di Kota Utrecht Belanda.

Galeri foto: Paduan Suara dan Angklung oleh Gita Swara Nassa (GSN) di UNESCO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *