Mendikbudristek Mengundang Kerjasama Global Perangi Ujaran Kebencian

Menteri Pendidikan dari seluruh dunia pada hari Selasa 26 Oktober 2021 menghadiri Konferensi Menteri Global yang diadakan secara daring atas prakarsa Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay untuk memperkuat upaya melawan ujaran kebencian daring dan luring. Tingginya tingkat kecemasan akibat pandemi COVID-19 telah mengakibatkan peningkatan ujaran kebencian dan pengkambing-hitaman, yang berujung pada peningkatan tajam dalam prasangka, stereotip, dan diskriminasi. PBB dan UNESCO telah meminta negara-negara untuk mengambil tindakan untuk mengendalikan fenomena global yang berbahaya ini. Penguatan respon pendidikan untuk membangun ketahanan peserta didik terhadap retorika pengucilan dan kebencian juga merupakan inti dari Agenda Pendidikan 2030, dan lebih khusus Target 4.7 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 (SDG 4) pada tujuan sosial, moral dan humanistik pendidikan.

Mendikbudristek Nadiem Makarim yang hadir secara daring dalam konferensi ini menyatakan pendidikan berperan penting dalam upaya pengendalian ujaran kebencian melalui peningkatan literasi, kemampuan berfikir kritis, serta etika berkomunikasi dan penggunaan platfom digital. Lebih lanjut Mendikbudristek menyatakan Indonesia sejak 2015 telah melakukan upaya peningkatan literasi melalui Gerakan Literasi Nasional yang menyasar sekolah, keluarga, dan masyarakat. Terakhir Mendikbudristek mengundang kolaborasi global untuk solidaritas global dalam memerangi ujaran kebencian.

Menjawab tantangan dan peluang upaya membangun ketahanan kaum muda terhadap ujaran kebencian, konferensi menghasilkan keputusan dan kesepakatan rekomendasi tentang tindakan bersama di semua tingkat pendidikan, memprioritaskan literasi media dan informasi, pelatihan guru dan peningkatan kesadaran publik tentang kewarganegaraan digital.

Sumber: KBRI Paris