Sukri Sappewali Bersyukur Pinisi Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

SULSELSATU.com, BULUKUMBA – Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali bersyukur perahu Pinisi ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda UNESCO.

Sebagai bentuk kesyukuran, Sukri menggelar pesta rakyat dengan mendatangkan band papan atas ibukota, Padi Reborn di Pantai Tanjung Bira, Minggu (31/1/2017) malam.

“Kita patut bersyukur Pinisi kini diakui dunia sebagai warisan budaya karya warga Bulukumba,” katanya.

Sukri pun mengajak warga Bulukumba untuk berbangga atas pencapaian ini. Ia berharap dengan kebanggaan itu, masyarakat tetap berupaya untuk terus melestarikan tradisi pembuatan Pinisi di Bulukumba.

Sebab, pinisi adalah bagian dari sejarah dan adat istiadat masyarakat Bulukumba khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya.

“Pemerintah juga akan terus mendorong agar Pinisi ini terus lestari dan terus menjadi kebanggaan warga Bulukumba,” ujar Sukri.

Seni pembuatan perahu Pinisi memang baru-baru ini dimasukkan ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Hal itu ditetapkan dalam sidang ke-12 Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Jeju Island, Korea Selatan.

Hal ini merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap arti penting pengetahuan akan teknik perkapalan tradisional yang dimiliki nenek moyang bangsa Indonesia yang diturunkan dari generasi ke generasi dan yang masih berkembang sampai hari ini.

Penetapan Pinisi sebagai warisan budaya dunia ini mengacu pada sistem tali temali dan layar sekuner Sulawesi.

“Pinisi” tidak hanya dikenal sebagai perahu tradisional masyarakat yang tangguh untuk wilayah kepulauan seperti Indonesia tetapi juga tangguh pada pelayaran Internasional. Pinisi menjadi lambang dari teknik perkapalan tradisional negara Kepulauan.

Editor: Awang Darmawan

Sumber: https://www.sulselsatu.com/2018/01/01/sulsel/selatan/syukri-bersyukur-pinisi-jadi-warisan-budaya-takbenda-unesco.html